Dalam kebaktian mulai pukul 08:00 Wita yang dipimpin Ketua Majelis Jemaat GMIT Istana Kasih Talaka, Pdt. Marthelda Wila Kore - Taopan, pengurus PKB Sinode GMIT dan kaum bapak dari Jemaat Talaka, mendeklarasi sejumlah hal yang berkaitan dengan keterlibatan kaum bapak dalam berbagai kegiatan gereja, tanggung jawab kaum bapak dalam keluarga dan tanggung jawab kaum bapak di bidang lingkungan.
Deklarasi sekaligus peluncuran Program Gemage dipimpin oleh Sekretaris PKB Sinode GMIT, Haris Oematan. Semua kaum bapak yang hadir dalam kebaktian itu berdiri, kemudian Haris Oematan membacakan isi deklarasi dan diikuti seluruh kaum bapak yang hadir.
Deklarasi ditandai juga dengan penyerahan Prasasti Gemage oleh Walikota Kupang kepada Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Marthelda Wila Kore.
Dan pada kebaktian minggu, yang merupakan minggu terakhir pelayanan Bulan Lingkungan GMIT sepanjang Bulan November, Walikota Jefirston Riwu Kore, menyerahkan anakan pohon kepada kaum bapak, sejalan dengan Program Kupang Hijau Pemerintah Kota Kupang.
Ketua PKB Sinode GMIT, Rodialek Pollo, dalam pesannya mengatakan sejumlah program diluncurkan PKB Sinode GMIT berkaitan dengan keprihatinan akan minimnya keterlibatan kaum bapak dalam berbagai kegiatan gereja, di antaranya, yang paling sederhana adalah menghadiri ibadah-ibadah di gereja atau dalam ibadah rumah tangga.
Untuk itu, PKB Sinode GMIT, meluncurkan program Gemage, kemudian Program Gerakan Mengantar Anak ke Sekolah Minggu disingkat Gemalagu, dan terakhir Program Satu Bapak Satu Pohon disingkat G-Sapa Sapo.
Walikota Kupang menyambut baik sejumlah program PKB Sinode GMIT yang bertujuan menggerakan kaum bapak untuk terlibat aktif dalam pembangunan kehidupan bergereja, berkeluarga, dan dalam bidang pelestarian lingkungan.
Program PKB Sinode GMIT, kata Walikota Kupang, bisa disinergikan dengan program Pemerintah Kota Kupang, di antaranya dalam hal menanam pohon, yakni Program Kupang Hijau yang akan mewajibkan menanam satu pohon bagi keluarga, rumah tangga, gereja, sekolah, kantor, komunitas, badan usaha, toko, hotel dan lembaga-lembaga lainnya.
Sementara Ketua Majelis Jemaat GMIT Talaka, Pdt. Marthelda Wila Kore - Taopan, menyampaikan terima kasih kepada PKB Sinode GMIT dan Walikota Kupang telah menjadi bagian dari pembangunan Jemaat Talaka.
Secara khusus, terima kasih disampaikan kepada Walikota yang telah berjanji untuk membantu Jemaat Talaka yang sedang membangun fisik gedung kebaktian baru yang lebih besar kapasitas.
Kami juga memohon Pak Walikota, lanjut Ibu Pdt, agar bisa meningkatkan akses jalan agar diaspal menuju wilayah Talaka, Kelurahan Fatukoa. Ruas jalan menuju Talaka, yang berbatasan dengan Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, sebagian besar rusak parah dan sebagian lagi hanya pengerasan sirtu.
Mengomentari kegiatan PKB Sinode GMIT di Jemaat Istana Kasih Talaka, Joni Tobe, Ketua PKB Jemaat Talaka, sangat berterima kasih dan gembira. Program Gemage, katanya, telah membawa perubahan besar bagi kaum bapak Jemaat Talaka, yang sudah mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan peribadahan di gereja dan rayon, serta kegiatan penggalian dana untuk aneka kebutuhan pelayanan gereja.
(Paul Bolla)


