Turut hadir, Pengasuh Pondok Pesantren Al. Hikmah Jawa Tengah, Ust KH. Akmal Salim, S.Ag, Imam Masjid Nurul Hidayah, Muslimin Rusli, Lurah Kelapa Lima, Yustinus S. Kahan, S.IP, M.Si, serta tokoh agama dan masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi dilaksanakan setiap tahun, mewakili Pemerintah Kota Kupang, Saya sangat bangga karena jamaah di Masjid ini tetap bersatu padu membantu kami dalam berbagai hal serta bekerja sama dengan saudara-saudara yang lain dalam membangun kebersamaan, dan kekeluargaan yang tidak terhingga nilainya dalam masyarakat kita.
"Ada Gereja, Masjid, Remaja Masjid dan Pemuda Gereja yang terus bekerja bersama-sama dalam membangun dan menjaga kerukunan serta persatuan di Kota Kasih, Kota Kupang,” ujar Wali Kota Kupang.
Sementara Imam Masjid Nurul Hidayah, Muslimin Rusli, mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW dalam jangka waktu 23 tahun, beliau dapat merubah Jazirah Arab atau Jahiliyah yang hitam dan kelam menjadi Jazirah Arab yang lebih baik, Beliau merubah dengan hati dan akhlak.
"Ini bertepatan dengan Kota Kupang menuju kepada perubahan yang dilakukan oleh Bapak Wali Kota sehingga Kita patut untuk mendukung beilau apapun programnya karena program yang dicanangkan untuk kepentingan masyarakat Kota Kupang. Mari kita jaga persaudaraan dan kerukunan di Kota Kupang,” kata Imam Masjid Nurul Hidayah.
Ketua Panitia, Angki Laane, S.Sos, melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui perilaku dan tuntutan dari Nabi Besar Muhammad SAW.
Tujuannya adalah meneladani sifat dari Rasulullah SAW dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun ini mengambil tema Toleransi dalam Keberagaman adalah Refleksi dari Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW,” jelas Angki Laane, S.Sos.
Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa ada beberapa program penting yang perlu didukung yakni, Program Kupang Hijau, semua Masjid dan Gereja ikut menanam pohon bukan anakan, 1 Gereja 1 Pohon, 1 Masjid 1 Pohon dan berlaku di tempat ibadah yang lain, membuat bipori atau lubang resapan air dan menjaga kebersihan karena kebersihan sebagian dari iman.
Lebih lanjut Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan memberikan bantuan kepada para tokoh agama.
“Mudah-mudahan ada hikmah yang didapatkan dari kegiatan hari ini. Mari kita jaga kekeluargaan, memupuk iman dan kebersamaan serta menjaga tali persaudaraan,” imbau Wali Kota Kupang.
(Humas Kota)



