Kabupaten Kupang (Tajukberita.Online) Anggota Kerukunan Purna Bakthi PUPR Provinsi NTT bersama Putra-Putri Marching Band Buldoser Dinas PUPR Provinsi NTT berencana akan membangun Klinik Lanjut Usia (Lansia) dr. Hendrikus Fernandez di Kabupaten Kupang.
Hal ini di ungkapkan oleh Felixmus Parera, wakil Sekretaris Kerukunan Purna Bakthi PUPR NTT dan juga sebagai Sekretaris Komisi Daerah Lanjut Usia/ Komda Lansia Provinsi NTT yang diketuai oleh Wagub NTT, Yosef Nae Soi kepada media ini dalam acara pelantikan Badan Pengurus Lansia di Dusun Boneana 2, Desa Oematnunu, Kabupaten Kupang, Selasa (17/12/2019) lalu.
Felixmus Parera mengatakan bahwa, ketika melihat kondisi masyarakat di Dusun Boneana 2, Desa Oematnunu, Kehadiran anggota Purna Bakthi pada mulanya bertujuan untuk melihat haknya atas tanah yang diprogramkan oleh Kanwil Departemen PU Provinsi NTT (sebutan sebelum Balai, red), sama halnya dengan Kanwil Departemen instansi pemerintah lainnya pada saat mulai memasuki era Reformasi.
"Jujur kami sangat prihatin melihat situasi dan kondisi masyarakat di sini saat ini. Mereka kelihatan tidak diperhatikan pemerintah selama ini, membiarkan begitu saja terutama pelayanan kesehatan. Mereka harus berjuang untuk memperoleh pelayanan kesehatan di tempat yang jauh. Kami sangat merasa kasihan kalau mereka yang sudah usur, lanjut usia dan anak-anak yang sakit yang susah mendapat pelayanan kesehatan," ungkap Felix Parera sapaannya.
Felix melanjutkan, Mereka sekarang yang menempati dusun ini adalah masyarakat pengungsi korban bencana politik Timor Leste-Indonesia tahun 1999. Saya tahu baik dan secara lengkap proses pemerintah Indonesia untuk menangani para pengungsi Timor Timur di NTT waktu itu.
"Saya dipercaya oleh Gubernur Piet A. Tallo melalui Kadis Kimpraswil NTT, Pieter Djami Rebo waktu itu, karena saya selagi masih ASN PU NTT, untuk mengurus mereka supaya dapat menempati tanah milik PU Povinsi NTT sekitar 100 hektar di Boneana 2 ini," jelas Felix.
Kasihan sekarang keadaan lingkungan mereka di dusun tersebut. Saya kira mereka perlu mendapat campurtangan pemerintah, terutama kesehatan.
Prihatin Felixmus bersama Anggota Purna Bakthi PUPR NTT telah sepakat berencana secepatnya membangun sebuah klinik lansia dengan nama Klinik Lansia dr. Hendrikus Fernandez. Nama klinik ini juga telah mendapat restu dari keluarga mantan Gubernur NTT, Almahrum dr. Hendrikus Fernandez.
“Kami sudah bertemu dengan Nyonya Hendrikus Fernandez, Isteri mantan Gubernur NTT, dr. Hendrikus Fernandez bersama keponakannya, Ir. Ignatius Fernandez di rumahnya. Saya bersama warga Boneana 2 yang terdiri dari utusan warga yang mewakili Agama Kristen, Islam dan Katolik,'' kata Felix.
Tujuan pertemuan ini adalah silaturahim untuk memohon ijin dan mendapat restu Nyonya Maria Sapora Ola Boleng, Isteri mantan gubernur NTT periode 1988-1993 untuk pemberiaan nama Klinik Lansia tersebut.
Keluarga mantan gubernur memberi apresiasi yang baik dan bahkan bersedia untuk mengikuti prosesi kegiatan selanjutnya. ( Veronica Lado)




