Kupang-NTT, TBO -- Kasdim 1604/Kupang Letkol Inf Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr., Hanla, memberikan pembekalan dan wawasan mengenai "Membangun Postur Pertahanan Di Wilayah Perbatasan."
Hal itu disampaikan Kasdim 1604/Kupang saat mengisi materi sosialisasi Pendidikan dan Bimbingan Anggota Baru (PBAB) Persatuan Mahasiswa Perbatasan (PESPAMER) Cabang Kupang periode 2019-2020 dengan mengusung tema "Melahirkan Kader-kader Muda yang Responsif Militan dan Akuntabilitas" bertempat di Panti Asuhan Nokmanekan di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Jum'at (27-11-2020).
Kasdim 1604/Kupang Letkol Inf Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr., Hanla, menyampaikan perbatasan Negara Indonesia dibagi 2 yaitu darat dan laut. Untuk wilayah darat Negara Indonesia berbatasan dengan Negara Malaysia, Timor Leste dan Papua New Guine, sedangkan wilayah laut berbatasan dengan India, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Papau New Gunie, Timor Leste dan Australia.
"Permasalahan di wilayah perbatasan adalah ketimpangan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, ekonomi dan komunikasi. Tak hanya itu, di wilayah perbatasan juga rawan akan terjadinya kejahatan seperti terorisme, Drug Trafficking, Arms Smuggling, Human Trafficking, Maritime Fraud, Illegal Logging, Illegal Fishing," tuturnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kita menggunakan sistem Pertahanan Semesta yang terbagi menjadi 2, yaitu Pertahanan militer (TNI) dan Pertahanan Nirmiliter (SDN).
Terkait materi tersebut, saat ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) bertekad mewujudkan postur pertahanan negara yang handal guna menghadapi berbagai ancaman dan tantangan masa depan dalam rangka mewujudkan Indonesia maju.
Hal itu saya kutip saat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (30/10/2019).
Dengan demikian, Kasdim 1604/Kupang mengajak agar seluruh elemen masyarakat, khususnya pada para pelajar yang terbentuk di Organisasi Persatuan Mahasiswa Perbatasan (PESPAMER), supaya dapat melakukan hal-hal yang positif dan berguna bagi bangsa dan Negara.
“Wujudkanlah persatuan dan kesatuan. Jangan pernah ada perbedaan suku, ras, agama, budaya dan lainnya, bersatulah demi NKRI yang kita cintai ini,” tegasnya.
Ricky Klau (23), salah satu anggota baru Persatuan Mahasiswa Perbatasan menanyakan "Apa kebijakan aparat TNI bila terjadi konflik di perbatasan?"
Negara Indonesia bisa merdeka bukan hanya dari TNI saja, tapi dikarenakan campur tangan Rakyat Indonesia bersatu untuk melawan penjajah. Untuk itulah, sistem Pertahanan Semesta dikembangkan sampai dengan sekarang. Bahkan TNI membentuk semboyan "Bersama Rakyat TNI kuat", jawab Kasdim. (Pendim1604/Kupang)



