KOTA KUPANG, TBO - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT berkolanborasi dengan Dapur Kelor Indonesia (DKI) meluncurkan sebuah brand bernama Haydrink yang merupakan franchise atau warlaba berbasis Kelor pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara dengan mengusung konsep Minuman Kelor dengan berbagai cita rasa yang sangat cocok dengan kalangan Milenial saat ini.
Peluncuran Haydrink ini telah melalui beberapa proses sejak awal inisiasi hingga saat ini dimana tim Dekranasda NTT dan Dapur Kelor Indonesia bersama-sama melakukan penjaringan peserta, pelatihan berkolaborasi dengan pihak Bank BRI, Grab dan pelatihan untuk meracik minuman Haydrink.
Peserta yang mengikuti Program Haydrink ini adalah kaum Milenial di Kota Kupang.
Anggota DPR Provinsi NTT dari Komisi II Fraksi Golkar, Johan Julius Oematan, SH, M.Si menyatakan bahwa ini adalah inovasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk bagaimana bisa menghadapi masa Pandemi namun masyarakat tetap eksis dan bisa keluar dari kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi.
"Pemerintah sebagai lider didepan untuk melakukan inovasi seperti ini maka diharapkan masyarakat bisa menyembangkan apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan mereka dalam mensiasati kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi oleh kita saat ini," ungkap Johan Oematan kepada media ini di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Jumat (24/9).
Lanjut dikatakan Johan, Cara untuk mensiasati ya ini yang sekarang dilakukan pemerintah. Jadi masyarakat itu tinggal melakukan ATM yang artinya Amati, Tiru, Modifikasi.
"Jadi ini produk yang dibuat pemerintah kita amati, kita tiru, kita modifikasi sedikit sehingga bentuknya berubah tetapi masyarakat mau menerima dan menikmati. Sekarang sudah ada Haydrink Kelor, kedepannya dikembangkan lagi menjadi bermacam-macam olahan makanan dan jajan berbahan kelor," kata Johan Oematan.
Sementara Franstio Keban dari Dapur Kelor Indonesia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam programnya melalui Dekranasda NTT yang mendukung penuh budidaya dan memproduksi tanaman kelor di NTT dan pada hari ini kita bisa launching Haydrink berbahan Kelor.
Tujuan dari program Haydrink ini adalah untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berwirausaha.
Selain untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berusaha, tujuan program ini juga adalah pengembangan Kelor NTT yang menurut penelitian merupaka Kelor terbaik nomor 2 di dunia setelah Kelor dari Kepulauan Canary di Spanyol.
Kelor yang merupakan makanan super atau super food memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat bagus untuk bagi tubuh terutama di saat pandemi seperti sekarang dimana tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan penyakit.
Booth Haydrink tersebar di beberapa titik dalam wilayah Kota Kupang dan tidak menutup kemugkinan akan dikembangkan di daerah lain di NTT Untuk saat ini Haydrink di Kota Kupang akan dijadikan sebagai Pilot Project untuk selanjutnya dapat dikembangkan di seluruh wilayah NTT mengingat NTT memiliki potensi kelor yang berlimpah serta sudah ada beberapa daerah yang menyatakan berminat untuk mengembangkan program serupa seperti di wilayah Belu dan Malaka.
Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua Dekranasda Provinsi NTT mengatakan sebagai mitra Pemerintah Provinsi NTT, Dekranasda Provinsi NTT mendukung penuh Program Bapak Gubernur NTT untuk mengembangkan Kelor NTT sebagai salah satu komoditi unggulan dari NTT demi mewujudkan NTT bangkit, NTT sejahtera.
"NTT dengan 3026 desa memiliki potensi yang luar biasa dan akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat jika dikembangkan dengan baik," Pungkasnya. @Oscar



