Notification

×

Cornelis Sjah: Calon Bupati Rote Ndao Harus Paham Etika dan Budaya Berpolitik, Seperti Leonard Haning

Rabu | Februari 16, 2022 WIB Last Updated 2022-02-16T11:07:54Z


ROTE NDAO, TBO - Pesta demokrasi rakyat di kabupaten Rote Ndao masih dua tahun lagi namun saat ini sudah mulai ramai bermunculan nama - nama yang akan menjadi bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati.  


Dari bursa bakal calon yang akan ikut memeriahkan pesta demokrasi di kabupaten Rote Ndao terlihat saat ini mulai mensosialisasikan diri dan memasang strategi politik masing - masing. 



Salah satu putra asli kelahiran pulau Rote, Cornelis Sjah, S.H yang juga merupakan pengacara kondang di Kota Kupang mengatakan bahwa untuk menjadi Bupati di Rote Ndao harus tau etika dan paham budaya Rote Ndao. 


Sebab etika dan budaya kepemimpinan adalah standar moral dalam memberikan batas yang jelas antara “baik” dan “buruk”, serta menjadi pedoman bagi seorang pemimpin dalam pengambilan keputusan dan keberpihakan kepada rakyat. 


Etika dan budaya juga akan menuntut seorang pemimpin untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan norma kepantasan dalam hubungan sosial tanpa membeda bedakan. 


Pemimpin yang etis dan berbudaya punya pengaruh positif bagi orang - orang yang dipimpinnya. Dengan mendorong sikap dan tindakan berdasarkan nilai - nilai etika dan budaya.


Ketika itu ada dalam diri seorang pemimpin maka akan menjadi teladan dalam kepemimpinan. Oleh karena itu, untuk daerah seperti Kabupaten Rote Ndao, siapapun yang mencalonkan diri sebagai pemimpin harus memahami etika dan budaya.


Hal itu telah ditanamkan oleh mantan Bupati, Drs. Leonard Haning, MM. Di saat masih menjadi Bupati, beliau selalu bersama dan berada di tengah - tengah masyarakat tanpa memilah strata sosial.


"Beliau kalau bertandang ke rumah masyarakat, selalu masuk dari depan terus menuju dapur. Ini sebuah karakter pemimpin yang paham etika dan budaya dalam berpolitik," demikian pungkas Cornelis Sjah, SH, kepada wartawan di kediamannya, Senin, (14/02/2022).


Disampaikan Cornelis Sjah, tokoh pejuang Kabupaten terselatan Indonesia ini, Bupati Leonard Haning telah meletakan fondasi beretika dan berbudaya dalam berpolitik dan telah terbukti memimpin Kabupaten Rote Ndao selama tiga periode dan tak terkalalahkan karena rakyat Rote Ndao menghendakinya.


"Kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat sehingga apabila rakyat berdaulat maka tidak ada yang dapat membendungnya," terang sosok kebapaan itu.


Dikatakan pengacara kondang ini, etika dan budaya melahirkan nilai-nilai dalam penyelenggaraan sebuah pemerintahan agar seorang pemimpin lebih mengutamakan aspek sosial sebab mencapai tujuan bagi pemimpin adalah lebih mendekatkan diri dengan rakyatnya agar mengetahui apa yang diinginkan.


"Maka ketika mantan Bupati Haning masih menjabat telah mewujudkan itu. Dalam setiap kunjungan selalu menampilkan budaya sebagai opening dalam komunikasi bersama dengan rakyat," paparnya.


Cornelis Sjah menambahkan, siapapun pemimpinnya ke depan di Rote Ndao, selain menjadikan mantan Bupati Haning sebagai refrensi dalam berpolitik yang beretika dan berbudaya juga perlu bercermin kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. 


"Dalam setiap kesempatan Presiden Jokowi mengenakan pakaian kebesaran daerah itu menunjukan beretika dan berbudaya dalam politik. Ya mungkin sebagian orang tidak paham atau menganggapnya hal yang biasa tetapi secara politis memiliki makna politis tersirat yang sangat dalam," terangnya.


Diakhir kesempatan itu, dia juga menyinggung bahwa dalam struktur kekeluargaan Rote Ti khususnya keluarga besar Haning masih terdapat beberapa figur yang dinilai memiliki kemampuan sebagai pemimpin masa depan Rote Ndao, seperti Frengki Haning dan Dr. Jermi Haning.


"Kedua kakak beradik ini memenuhi kriteria dan layak mencalonkan diri dan dicalonkan,"tandas sosok yang biasa disapa Bu Ne'i itu. @OB