Notification

×

Jabat Kepala SMKS Kristen 1 Kupang, Leonard Lomi Ga Melakukan Re-Branding Sekolah

Minggu | April 10, 2022 WIB Last Updated 2022-04-09T17:57:42Z

KOTA KUPANG, TBO -- Mulai menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Kejuaraan Swasta Kristen (SMKS) 1 Kupang, Leonard E. Lomi Ga mulai melakukan terobosan baru untuk membangun sekolah dengan melakukan Re-Branding sekolah. 


Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah Leonard Lomi Ga kepada awak media di ruang kerjanya, Jl.Anggur No. 10 Naikoten 1, Kota Raja, Kota Kupang, Jumat (8/4).



Dijelaskan Leonard Lomi Ga bahwa ia dilantik menjadi kepala sekolah sejak 12 Juli 2021 dan saat itu juga ia mulai melakukan pembenaha dengan melakukan identifikasi masalah atau kendala di sekolah secara internal. Dengan jumlah siswa sebanyak 176 siswa dan guru atau tenaga pendidik sebayak 23 orang. Terdiri dari 3 orang PNS dan sisanya guru Yayasan serta honorer. Dengan memiliki atau membuka 3 jurusan yakni Jurusan Multimedia, jurusan Akuntansi, jurusan Pemasaran. 


"Jadi saya harus melakukan identifikasi secara internal untuk mengetahui permasalahan atau kendala apa yang menjadi hambatan yang ada di sekolahan ini. Kita harus melakukan pembenahan dari dalam dulu baru bisa keluar," kata Leonard. 


Lebih lanjut dikatakan, setelah melakukan pembenahan secara internal dia mulai membranding sekolah. Dan memang hal yang wajib dilakukan di era digital ini, terutama membranding sekolah lewat media sosial dan website. 


"Banyak orang tua memilih sekolah untuk anaknya dimulai dari pencarian google dan instagram, oleh sebab itu media sosial sekolah dan website harus dikelola secara professional," ungkapnya.


Hal tersebut sesuai dengan diterbitkannya UU Revitalisasi SMK No.9 Tahun 2016 menjadi motor penggerak geliat untuk memperbaiki  kualitas tamatan SMK sehingga dengan mutu lulusan yang baik dapat terserap terutama di kalangan dunia industri dan dunia usaha (DU/DI).


"Untuk SMK sejatinya adalah motor penggerak kemajuan bangsa karena Revolusi Industri 4.0 bisa ditaklukan dengan keterampilan dan skill yang sejatinya harus dimiliki siswa SMK," ujar Lomi Ga.


Dijelaskan Kepsek Lomi Ga bahwa Output dan Outcome dari lulusan SMK harus mampu menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja terampil sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri. 


Leonard berharap agar melalui pemerintah terutama direktorat PSMK dan Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) bisa membangun jejaring melalui pengusaha pemerhati dunia pendidikan bisa memberikan stimulus berupa beasiswa kepada SMKS Kristen 1 Kupang sehingga setiap lulusan Industri mau melirik siswa-siswa SMK untuk memenuhi kuota tenaga terampil di perusaahan mereka.


Saat ini kami berinovasi dan berkolaborasi agar sekolah ini bisa maju, jika hanya betah dengan cara dan metode lama, maka sekolah ini akan ditinggalkan siswanya karena tidak punya daya saing dengan jenis pendidikan formal lain. Untuk itu maka saya harus turun ke lapangan melihat permasalahan yang muncul, mencari solusi dan melakukan perbaikan secara terus menerus.


"Strategi yang paling ampuh dalam Re-Branding adalah memanfaatkan beberapa Platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, youtube dan website, mengingat berdasarkan hasil survey bahwa masyarakat dunia dan Indonesia khusunya adalah 70% pengguna aktif media social," jelas Leonard.


Ditambah kepsek Leonard, Dengan potensi inilah maka SMKS Kristen 1 Kupang harus mampu mebranding dirinya sendiri sehingga citra positif SMK dapat dikabarkan dan menjadi magnet bagi kepercayaan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI). 


"Dalam melakukan Branding sekolah kami harus menampilkan ciri khas, karakter dan daya tarik sekolah sehingga menjadi keunggulan yang dapat di pormosikan sehingga citra SMKS Kristen 1 Kupang menjadi lebih positif. Re-Branding adalah bentuk ekspresi kebanggan terhadap SMK yang bisa ditunjukkan dalam bentuk karya, prestasi, kinerja, konstribusi, sumbangsih, peran, upaya, karkater," Pungkasnya. @Oscar/Tim