ROTE NDAO, TBO - Dunia pendidikan yang mengalami banyak perubahan sejak masa pandemi Covid- 19, kegiatan pembelajaran yang sebelumnya di lakukan di sekolah, terpaksa diselenggarakan secara virtual dengan segala lika- liku tantangan maka sesudah berkurangnya wabah Covid- 19. SMA Negeri 1 Rote Selatan membuat beberapa terobosan dan inovasi.
Terobosan dan inovasi tersebut sangat diperlukan dan ini merupakan salah satu strategi untuk mengatasi sejumlah model pembelajaran dan menambahkan ilmu baru bagi siswa- siswi agar kedepan lebih bagus.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala sekolah SMAN 1 Rote Selatan, Jhoni Huan Saudale.,S.E ketika di temui tim media di ruang kerjanya, Sabtu (03/12) pukul 10:15 WITA.
Dikatakan Jhoni Huan Saudale, untuk SMAN 1 Rote Selatan telah melakukan kiat- kiat khusus yaitu dengan melakukan kolaborasi terhadap 3 komponen sekolah yakni Kepsek, Guru dan Siswa. Dengan komponen ini akhirnya strategi tersebut mampu menghasilkan sebuah capaian.
Selain itu juga ada Visi dan Misi sekolah yang namanya Berkarakter, Unggul, Asri (Aman, Sehat, Rindang, Indah) dan Gerakan Anak Rote Selatan (Gemarotsel). Program ini tidak hanya untuk menolong anak- anak yatim piatu yang bersekolah di sini untuk meringankan beban pendidikan tetapi juga mengenalkan kepada mereka hal- hal praktis yang akan di hadapi setelah menyelasiakan pendidikan.
"Jadi tidak semua siswa yang tamat akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, akibat keterbatasan ekonomi orang tua sehingga kami selaku guru beserta pegawi adalah orang tua sekolah menolong mereka dengan mengejarkan cara membuat minyak Virgin Coconut Oil (VCO), Minyak kelapa dan menanam tanaman yang bisa menghasilkan untuk menjadi salah satu sumber pendapatan," ungkap Jhoni.
Ditambah Kepsek Jhoni Hujan Saudale, adapun wujut kepedulian para guru dan pegawai yaitu dengan memproduksi minyak Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa murni dan minyak kelapa untuk di pasarkan. Dari hasil pemasaran tersebut di gunakan untuk pengembangan sekolah.
Jhoni Huan Saudale berharap agar dengan kegiatan yang dilakukan ini mendapat dukungan penuh dari Pemda Rote Ndao, Pemprof NTT dan seluruh Stakeholder yang ada.
Hal senada juga dikatakan Hesra Malelak salah satu guru di SMAN 1 Rotsel, ia menuturkan, untuk pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) lebih mudah, cepat, ringkas dan bisa di lakukan oleh semua orang dengan pengelolaan enzim dan mekanik.
Menurutnya, saat ini semakin jarang temui minyak kalentik, bahkan harga minyak VCO di apotik cukup mahal, untuk 1 liter minyak VCO bisa mencapai Rp. 350. 000 maka dari itu kami para guru melakukan terobosan ini untuk pengembangan sekolah dan masa depan siswa- siswi.
Sementara salah satu siswa SMAN 1 Rotsel, Fiandra Polin, mengatakan dia sangat berterima kasih dan mengapresiasi terobosan serta ide - ide cemerlang dari bapak kepala sekolah beserta guru- guru yang sudah membekali mereka dengan berbagai ketrampilan agar mereka mampu bersaing dierah yang makin kompetitif.
"Saya secara pribadi mewakili siswa yang lain berterima kasih kepada kepala sekolah dan bapak ibu guru yang telah membekali kami dengan banyak ketrampilan. Semoga dengan ketrampilan ini kami akan kembangkan di luar sekolah ketika kami tamat nanti,' Pungkasnya. @RM/Ghr


