Ketua panitia turnamen pacuan Kuda Bupati Cup 2, Army Saek dalam laporan panitia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah kabupaten Rote Ndao dalam membangun kebudayaan dan pariwisata melalui pendekatan pembangunan berbasis masyarakat dari dan oleh untuk masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi,
Army Saek yang juga merupakan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Rote Ndao merincikan bahwa peserta dan pemilik kuda sebanyak 64 orang sedangkan kuda pacu berjumlah 100 ekor dengan rician kelas B 11 ekor, kelas C 17 ekor kelas D 16 ekor, kelas E 12, kelas EE 29 ekor.
"Waktu pelaksanaan lomba di laksanakan selama 3 hari yaitu mulai dari tanggal 13 sampai dengan tanggal 15 Desember 2022 dan biaya pelaksanaan lomba di bebankan pada APD Dinas Pariwisata Kabupaten Rote sebesar Rp 199.990.820," ungkap Army kepada media ini Selasa (12/12).
Selanjutnya Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu., S.E dalam sambutannya mengapresiasi semua panitia pelaksana kegiatan pacuan kuda Bupati Cup2 yang dilaksanakan ini secara baik
"Kegiatan ini merupakan lomba pacuan kuda di tahun 2022 pemerintah kabupaten yang merupakan kegiatan yang pertama tetapi di tahun 2022 setelah kita melewati masa-masa pendemi covid tetapi sebagai pemerintah kami berterimakasih kepada Bapak Simson Polin yang sudah melaksanakan kegiatan lomba pacuan kuda pada waktu-waktu yang lalu dan membawakan Bupati Cup yang pertama," ujar Bupati Rote Ndao.
Lebih lanjut dikatakan Paulina Haning Bullu, tanpa biaya dari pemerintah, kami hanya memberikan support tapi dengan inisiatif dan dukungan yang sangat luar biasa dari ketua Pordasi kabupaten Rote Ndao.
"Dengan adanya pacuan kuda yang sudah di selenggarakan oleh masyarakat tentunya memberikan motivasi kepada pemerintah dan harus tetap di laksanakan," ujar Paulina.
Ditambah Bupati Rote Ndao, Kami selaku pemerintah berterimakasih kepada masyarakat karena sudah menyiapkan tempat dan tentunya pemerintah dan DPRD juga sudah harus memikirkan lokasi dimana supaya kita bisa plotkan dana supaya bisa membangun tempat pacuan kuda yang layak dan ini sebagai PR untuk ketua Pordasi harus membaca itu.
Menurut Bupati Rote Ndao, pacuan kuda merupakan sala satu olahraga yang mengutamakan ketrampilan dalam penunggang kuda, melatih kemampuan fisik dan menjaga kesehatan,
Selain itu juga, kegiatan ini merupakan warisan budaya atau tradisi dari leluhur yang turun temurun, serta daya tarik wisata yang perlu di perthankan tentunya selain dapat membina tali persaudaraan antar masyarakat, juga dapat memberi dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.
Lomba pacuan kuda Bupati Cup1 Rote Ndao tahun 2022 juga merupakan sarana dalam membangun, memberdayakan dan menjaga kesejahteraan pembangunan sumber daya manusia di kabupaten Rote Ndao
"Dengan digelarnya pacuan kuda ini, saya menghimbau agar semua peserta kuda tetap menjaga sportifitas dan kejujuran dalam bertanding", tandas Paulina.
Terpisah ketua Pordasi kabupaten Rote Ndao Simson Pollin mengatakan bahwa pengurus Pordasi Kabupaten Rote Ndao mengucapkan terimakasih kepada Bupati Rote Ndao dan Wakil Bupati Rote Ndao bahkan semua stekholder yang telah mendukung hingga terlaksana nya ternamen lomba pacuan kuda Bupati Cup 1 padan bulan November dan dilanjutkan dengan turnamen lomba pacuan kuda Bupati Cup 2.
Simson Pollin berharap ke depan ada lagi event Bupati Cup 3 dan seterusnya sehingga olahraga ini menjadi hiburan untuk semua masyarakat pecinta kuda.
"Dari kami Pordasi sudah merencanakan bahwa tahun depan itu ada event bupati cup 3, PSSI Cup 1, Lalolik Cup 1 dan di rencanakan juga ada Dethan Cup, dan lokasinya kami sudah siapkan yaitu di tanjung Vei karena di sana ada tempat wisata yang sangat menarik karena lokasinya di apit oleh dua gunung yaitu Viu Lakamola dan Viu Lete Diu,
Bahkan ada 2 bangkai pesawat perang yang terdapat di dalam laut Vei dan itu saat air laut surut terlihat dengan jelas. Ini yang kita mau jual budaya dan pariwisata yang ada di sana dan satu lokasi yaitu di Rote Tengah Desa Siomeda semuanya kita sudah siap surat hibah dan itu nanti kembali ke pemerintah daerah, Pungkasnya. @MR


.jpg)

