Notification

×

Diduga Lakukan Pengeroyokan Hingga Korban Babak Belur, Oknum Security Pegadaian di Rote bersama Empat Temannya Dipolisikan

Rabu | Februari 15, 2023 WIB Last Updated 2023-02-15T06:20:25Z

ROTE NDAO, TBO – Nasib naas dialami oleh Sarles Paulus Bailaen, dia merupakan korban pengeroyokan hingga babak belur. Pelakunya diduga dilakukan oleh oknum Security pegadaian di Kota Ba'a bersama empat orang temannya. 


Kejadian tersebut terjadi di cabang Pedanggadi, Desa Persiapan Loman, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote ndao, Pada Minggu (12/02/2023) lalu.


Pemicunya diduga bermula dari percekcokan yang akhirnya berlanjut hingga korban di keroyok hingga babak belur.



Menurut keterangan korban, ada 5 (lima) orang laki- laki yang diduga spontanitas melakukan pengeroyokan sehingga korban tidak melakukan perlawanan karena kalah jumlah.


Sementara itu, Yehezkial Bailaen (Manaleo) dari korban merasa prihatin atas kasus ini. Dia menuntut keadilan dan meminta hukuman yang setimpal bagi pelaku pengkroyokan ini.


"Saya sebagai Manaleo berharap agar pihak keluarga tenang tidak terprovokasi oleh pihak lain dan kita ikuti peraturan yang ada sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, Kata Manaleo Yehezkial Bailaen.


Untuk diketahui bahwa ternyata bukan hanya Sarles Paulus Bailaen yang mengalami pengeroyokan tetapi Carles Gian Bailaen juga mengalami hal yang sama. Bahkan Carles sapaannya mengatakan kepada media bahwa dirinya sudah membuat laporan di Polsek Lobalain dengan nomor LP/B/11/2023/SPKT/POLSEK LOBALAIN/RES ROTE NDAO/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.


"Pihak keluarga berharap supaya kasus pengeroyokan ini diusut tuntas dan seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Dan para pelaku segera ditangkap semua serta proses hukum secara transparan demi keadilan,” ungkap Carles Bailaen.

.


Terpisah, Kapolsek Lobalain Ipda. I Gede Putu Parwata SH ketika di temui media diruang kerjanya menjelakskan, benar, kami telah menerima laporan dari korban Tanggal 12 Februari terkait pengeroyoykan yang dialami korban. 


Dikatakan Kapolsek, Saat melapor korban belum mengetahui idenetitas pelakunya sehingga kami memberikan penanganan terlebih dahulu terhadap korban yang berjumlah dua orang langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et Repertum (VeR) selanjutnya pada Tanggal 13 Februari telah dilakaukan permintaan keterangan terhadap korban dan dua orang saksi. 


"Hasil sementara pelakunya lebih dari satu orang dan salah satunya berinisial WN, bekerja sebagai Security di pegadian Ba'a. Proses penyeleidikan masih dilanjutkan guna memastikan jumlah dan identitas pelaku," ujar Kapolsek. 


Lebih lanjut ditambahkan, Polsek Lobalain mengharapkan kedewasaan korban dan pihak keluarganya sehingga tidak menimbulkan gejolak dimasyarakat. Tatap kooperafif sehingga penanganan laporoannya bisa maksimal sesuai fakta yang terjadi.


Sementara itu media juga menemui Jendri Loloa, kepala pegadean Rote Ndao di ruang kerjanya pada Senin 13 Februari mengatakan, mengenai kasus pegeroyokan itu kalau memang Security dari pegadean Rote Ndao yang terlibat pun pihak pegadaian lepas tangan karna itu sudah di luar jam dinas, karna waktunya pukul 03.00 dini hari berarti bukan jam dinas lagi. 


"Jadi kejadian pengeroyokan itu terjadi pada pukul 03.00 WITA (dini hari) dan itu diluar jam kerja maka kami selaku pihak pegadaian lepas tanggung jawab," Pungkas Jendri Loloa dengan singkat. @Rudy