KOTA KUPANG TBO - Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat (PkM) Tim Dosen dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana Kupang menggelar pelatihan pembuatan akuarium ikan hias bagi guru - guru PAUD dan lomba mewarnai biota laut kategori kelas terapi dalam mendukung pengembangan media pembelajaran anak - anak di PAUD St. Vincentius A. Paulo
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Chaterina Agusta Paulus, S.Pi., M.Si., CRA., CRP. dan beranggotakan Suprabadevi A. Saraswati, S.Kel., M.Si beserta 5 orang mahasiswa FPKP Undana dan dibuka oleh Kepala Sekolah PAUD St.Vincentius A. Paulo, Suster Agustina Naru, ALMA bertempat di halaman PAUD St. Vincentius A. Paulo, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang, Jumat (9/6).
Kegiatan PkM ini bertemakan "Pelatihan pembuatan akuarium ikan hias bagi Guru - guru PAUD dan lomba mewarnai Biota Laut Kategori Kelas Terapi dalam mendukung pengembangan media pembelajaran Anak-anak di PAUD St.Vincentius A. Paulo”.
Ketua tim dosen, Dr. Chaterina Agusta Paulus kepada media ini menyatakan, Kegiatan ini diikuti oleh semua murid kelas terapi dan guru-guru PAUD peserta pelatihan, keterwakilan dosen dan mahasiswa prodi MSP, FPKP Undana.
"Ada dua kegiatan utama yang dilaksanakan yakni pelatihan pembuatan akuarium ikan hias bagi guru-guru PAUD, dan lomba mewarnai biota laut kategori kelas terapi untuk anak - anak PAUD," kata perempuan cantik berdarah Kisar - Ambon ini.
Dikatakan Dr. Caterina, dari kegiatan pengabdian ini adalah 2 (dua) paket akuarium hias dan 1 (satu) paket kegiatan lomba mewarnai biota laut serta piagam penghargaan bagi para siswa/i yang telah mengikuti lomba mewarnai.
"Di usia dini anak mampu menyerap informasi dengan sangat cepat. Menurut para ahli, pendidikan anak sejak dini membuat mereka bisa berinteraksi dalam hubungan sosial. Dalam hal ini anak-anak mulai bermain dan belajar bersama dengan teman-temannya melalui interaksi sosial yang terjadi," ujarnya.
Ditambahkan oleh Dr. Caterina, Kegiatan ini juga dapat membantu mereka untuk mengelola stres hingga menyelesaikan masalah. Seperti yang telah kita tahu, usia dini merupakan masa emas atau the golden years yang dilihat dari kepekaan anak terhadap apa yang dirasakannya.
Pembinaan pendidikan untuk anak usia dini dapat dimulai dengan pendekatan bermain sambil belajar. Selain itu PAUD juga sebagai salah satu cara untuk mengenalkan lingkungan, tentunya membutuhkan media pembelajaran untuk mengembangkan kreatifitas siswa PAUD.
Kebutuhan akan media pembelajaran bagi siswa PAUD ketika tim pengabdian berkunjung, masih belum menyentuh aspek lingkungan perikanan dan kelautan.
Dr. Chaterina juga menjelaskan, akuarium merupakan salah satu media berupa tempat atau wadah yang digunakan untuk pemeliharaan ikan terutama ikan hias.
Akuarium memiliki filosofi dan manfaat penting bagi kehidupan kita, dengan adanya akuarium kita dapat menghadirkan suasana yang lebih segar dan hidup di sekolah maupun di rumah.
Selain itu, manfaat penting lainnya adalah menumbuhkan rasa ingin tahu tentang ikan hias yang hidup dalam akuarium yang ada. Solusi dari permasalahan ini adalah mengoptimalkan media pembelajaran dari aspek perikanan dan kelautan.
Media pembelajaran mengenai lingkungan perikanan melalui pelatihan pembuatan akuarium hias bagi guru-guru PAUD dan lomba mewarnai biota laut bagi siswa kategori kelas terapi sebagai suatu peluang solusi yang dapat mengatasi permasalahan dari pengembangan media pembelajaran aspek lingkungan perikanan dan kelautan.
Lebih lanjut dikatakan Dr. Caterina, mitra ini sangat membutuhkan media pembelajaran aspek lingkungan perikanan dan kelautan. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan akuarium hias bagi guru-guru PAUD diharapkan siswa PAUD nantinya dapat mempelajari lingkungan atau habitat ikan serta kegiatan lomba mewarnai biota laut bagi siswa kategori kelas terapi diharapkan siswa terapi dapat dikenalkan dengan biota-biota laut, seperti Paus, Lumba-lumba, Pari, Terumbu Karang, Bintang Laut, Teripang, Ikan Karang, Krustasea, Moluska dan lain sebagainya.
Kegiatan PkM yang didanai oleh Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan dari PkM adalah membantu para guru PAUD St. Vincentius A. Paulo dalam mengembangkan media pembelajaran bagi anak-anak.
Kontribusi mendasar pada khalayak sasaran guru dan siswa PAUD St. Vincentius A. Paulo adalah adanya pengembangan media pembelajaran terutama dari aspek lingkungan perikanan dan kelautan. Pelatihan pembuatan akuarium hias bagi guru-guru PAUD dan lomba mewarnai biota laut bagi siswa kategori kelas terapi merupakan solusi yang diharapkan untuk mengoptimalkan media pembelajaran lingkungan terutama dari aspek perikanan dan kelautan.
Diharapkan dengan adanya pelatihan pembuatan akuarium hias bagi guru - guru PAUD dan lomba mewarnai biota laut bagi siswa kategori kelas terapi akan meningkatkan proses pembelajaran siswa.
Program kemitraan masyarakat ini memberikan kontribusi terhadap bidang ilmu pengembangan pendidikan dan lingkungan perairan (termasuk perikanan).
"Jenis material yang akan diabdi pada aspek pengembangan media pembelajaran tentang perikanan bagi guru PAUD dan siswa kategori khusus di PAUD St. Vincentius A. Paulo, sedangkan obyek pengabdian peningkatan kapasitas guru dan siswa PAUD melalui partisipasi dan keterlibatan kelompok guru dan siswa dalam proses pembuatan akuarium ikan hias dan kegiatan lomba mewarnai,” jelas Dr. Caterina.
Sementara itu kepala sekolah PAUD St.Vincentius A.Paulo, Suster Agustina Naru, ALMA menyatakan sangat berterima kasih dan menyambut baik dengan kegiatan positif ini.
Dikatakan Suster Agustina, kegiatan ini mengajarkan anak-anak untuk lebih mengenal biota laut sejak dini sehingga anak-anak dididik untuk bisa mencintai wahana yang ada di laut.
"Sekali lagi kami sangat berterima kasih kepada Undana yang telah membantu sekolah kami untuk lebih luas membangun kerjasama dan kami juga berharap agar kegiatan seperti ini kedepannya terus ditingkatkan karena kegiatan ini sangat positif membantu kami para guru dan anak - anak," Pungkasnya. @Oscar


