Notification

×

Proyek Pekerjaan Jalan Asal Jadi, Feky Boelan Minta Polisi dan Jaksa Lakukan Penyelidikan

Selasa | Juni 06, 2023 WIB Last Updated 2023-06-06T01:40:19Z

ROTE NDAO, TBO --- Diduga proyek pekerjaan jalan yang dikerjakan oleh kontraktor Sony Henukh tidak sesuai dengan spesifikasi atau asal jadi, Ketua komisi A DPRD Kabupaten Rote Ndao, Feky Machiel Boelan., S.E minta Polres Rote Ndao dan Kejaksaan Negeri Rote Ndao segera lakukan penyelidikan.


"Selain pekerjaan ruas jalan Kimadale -  Eahun yang dikerjakan oleh kontraktor Sony Henukh sejumlah ruas jalan yang tersebar di wilayah Rote Ndao yang di kerjakan oleh yang bersangkutan kuat dugaan tidak sesuai spesifikasi teknis. Pasalnya, setelah usai dikerjakan sejumlah ruas jalan itu mengalami kerusakan parah," ungkap Feky Boelan kepada wartawan media ini, Sabtu, (3/6) lalu. 


Feky Boelan yang merupakan mantan wartawan Timex tersebut mengaku bahwa beberapa kali pihak DPRD melakukan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan sejumlah pekerjaan jalan didapati sejumlah ruas jalan yang dikerjakan Sony Henukh selalu bermasalah alias rusak sebelum masa pemeliharaan. 


Dia mencontohkan, salah satu ruas jalan di Kecamatan Lobalain tepatnya di Desa Kolobolon, setelah usai dikerjakan tahun 2022 yang lalu hampir belum dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna jalan namun sudah rusak parah disejumlah titik. 


"Jalan ini rusak parah. Waktu itu kita turun periksa baru usai dikerjakan. Tapi sudah ambrol pada sejumlah penahan jalan dan badan jalan pun banyak titik yang sudah retak dan rusak parah. Dan tidak hanya disitu di sejumlah ruas jalan lain mengalami hal yang sama," katanya.


Mantan aktifis GMKI Kupang itu mengatakan, kebanyakan dari mereka kontraktor berlindung pada masa pemeliharaan. Namun sesungguhnya bukan itu persoalannya. Persoalannya adalah pada spesifikasi. 


"Bagaimana mungkin jalan baru usai dikerjakan langsung rusak. Mereka selalu berlindung dan beralasan masih masa pemeliharaan sehingga nanti di perbaiki. Lalu ketika usai masa pemeliharaan dan rusak lagi seperti yang terjadi selama ini, maka siapa bertanggung jawab memperbaikinya. Ini sangat naif," tandasnya. 


Dewan dari Partai Hanura ini meminta kepada aparat penegak hukum untuk membantu pemerintah dan masyarakat Rote Ndao dalam hal pengawasan, sehingga kontraktor - kontraktor yang tidak kerja becus, harus ditindak sehingga memberikan efek jera. 


"Kalau aparat mau membantu pemerintah dan masyarakat Rote Ndao maka harus dilakukan penindakan. Supaya ada efek jera sehingga mereka tidak seenak maunya beralasan dan berlindung dimasa pemeliharaan. Kasihan rakyat tidak mendapat asas manfaatnya karena jalan yang dikerjakan berumur jagung, padahal harusnya minimal 4-5 tahun penggunaannya," ujarnya. 


Sementara itu kontraktor Sony Henukh hingga berita ini di publikasikan belum berhasil dikonfirmasi. @Mekris