KOTA KUPANG, TBO - Kapolsek Kelapa Lima, AKP Jemy Oktovianus Noke, S.H angkat suara terkait komentar netizen yang viral di media sosial (Medsos) tentang ditemukan jasad manusia yang membusuk dan mengering dalam rumah di kolong tempat tidur.
AKP Jemy Noke menyatakan bahwa benar telah ditemukan Jasad manusia berjenis kelamin perempuan dan teridentifikasi jasad tersebut adalah Nenek Bendelina Mone (62) pensiunan ASN, yang ditemukan meninggal hingga membusuk di kolong tempat tidur rumahnya di wilayah Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis 20 Juli 2023 lalu.
"Korban ini punya anak satu laki-laki, tapi tidak tinggal sama-sama. Selama ini almh BM tinggal seorang diri di rumahnya, sedangkan anak lelakinya tinggal di rumah lain," kata AKP Jemy Noke kepada media ini saat ditemui diruang kerjanya Senin (24/7).
Mantap Kabag SDM Polres Ngada ini menjelaskan kronologis penemuan jasad tersebut berawal saat warga sekitar rumah korban, sudah lama tidak pernah melihat keberadaan korban dan mencium bau busuk dari rumah korban.
Sehingga salah satu warga bernama Hanok Christian (55) mengajak anak korban yang bernama Wilson untuk mengecek keberadaan korban di dalam rumahnya.
Saat masuk di dalam kamar korban dan melihat di kolong tempat tidur, betapa kagetnya mereka karena korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi tidur terlentang.
Atas kejadian tersebut mereka lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Kelapa Lima.
Setelah menerima laporan kami berkoordinasi dengan Polresta Kupang Kota dan Pospol Oesapa Timur bersama tim indentifikasi kami datang ke TKP untuk melakukan olah TKP lalu mengevakuasi korban ke RSB Titus Uly Kupang guna dilakukan pemeriksaan terkait penyebab kematian korban.
Lebih lanjut dikatakan Kapolsek Jemy Noke, setibanya di RSB Titus Uly Kupang, jenazah tidak bisa dilakukan visum karena diperkirakan korban meninggal kurang lebih dua atau tiga bulan yang lalu sehingga yang bisa dilakukan hanya dengan autopsi. Namun tidak jadi diautopsi karena keluarga menolak dan menerima kematian korban.
"Keluarga menolak untuk divisum dan autopsi. Mereka hanya minta tolong untuk dibungkus dan ditaruh dalam peti. Selanjutnya langsung dibawa untuk disemayamkan," tuturnya.
Jemy menambahkan, walaupun keluarga korban menolak diautopsi dan menerima kematian itu sebagai peristiwa iman tetapi kami terus melakukan penyelidikan lanjutan dan belum ditemukan unsur kematian tidak wajar yang mengarah kepada tindak pidana.
"Dari hasil penyelidikan belum ada indikasi tindak pidana," ujarnya.
Kapolsek Kelapa Lima menghimbau kepada seluruh masyarakat apabila mengetahui atau mendapat informasi sekecil apapun terkait dengan kematian almh nenek BM segera melaporkan ke Polsek Kelapa Lima untuk kami tindaklanjuti.
"Terhadap persoalan ini percayakan kepada pihak kepolisian dan saya juga berharap kerja sama antara polisi dan masyarakat untuk sama - sama kita mengungkap penyebab kematian korban," Pungkasnya. @Oscar/Mekris


