ROTE NDAO, TBO - ETMC XXXII Rote Ndao 2023 dua laga penyisihan berakhir nyaris terjadi bentrok antara pemain dan wasit serta para Official di lapangan sepak bola Paulina Haning-Bullu, Selasa (22/8.2023).
Masing-masing tim yang berlaga adalah PSKK Kota Kupang vs PS Malaka, dari grup D, yang berlangsung pagi hari. Sedangkan sorenya Perseftim melawan Persab Belu, dari grup G.
Pertandingan terakhir grup G persestim Flotim vs Persab Belu nyaris berkahir bentrok antara pemain dan wasit serta para Official dari klup Persab Belu.
Jalannya pertandingan pada menit ke-4 pertandingan terjadi ketika Persestim Flotim melakukan hand ball di dalam kota pinaltinya sendiri kesempatan ini memberikan peluang kepada Persab Belu lewat tendangan Oktovianus berhasil mencetak gol kedudukan berubah menjadi 1:0.
Selama babak pertama Persab Belu mencoba untuk mengendalikan permainan dengan keunggulan tersebut namun Persestim Flotim yang tertinggal mencoba permainan yang agresif untuk menekan pertahanan Persab Belu.
Hingga turun minum skor tetap 1:0 untuk keunggulan Persab Belu atas Persestim Flotim.
Pada babak kedua permainan berlansung lebih intensis lagi kedua tim saling menyerang mencari cela di pertahanan lawan.
Seiring berjalannya waktu tensi permainan semakin meningkat di akhir babak kedua terjadi aduh ketegangan antara pemain dan wasit serta para oficial persab belu pun terjadi karena keputusan wasit bebarapa kali di nilai kontrofesial.
Meskipun begitu, pertandingan tetap berjalan hingga babak kedua telah usai skor tetap 1:0 untuk keunggulan Persab belu.
Pantau media ini ,Bahwa, ada aksi protes dari pelatih yang beruntun diajukan dalam kedua laga tersebut. Sampai-sampai meja Inspektur Pertandingan (IP) didatangi, namun seolah tak dihiraukan.
Seusai pertandingan pemicunya diduga berasal dari kepemimpinan wasit yang dirasa tidak adil. Di mana, hanya pemain yang dituntut melakukan fair play.
Buntutnya, di akhir laga PSKK Kota Kupang vs PS Malaka, nyaris terjadi aksi adu jotos antar pemain. Pemicunya karena merasa sangat kesal terhadap kepemimpinan wasit.
Dengan perangkat pertandingan yang bertugas terhadap jalanya pertandingan tersebut adalah, wasit utama, Koyon, dengan dua asistenya, yakni, Doni, dan Masto.
Maksen Mboro, sebagai wasit cadangan, Ferdi Budiman, pengawas pertandingan, dan referee assessor, Antonius Rismiaji.
Kejadian serupa/nyaris bentrok, juga terjadi di laga kedua, lapangan yang sama. Dengan pemicu yang masih sama, yang saat itu Perseftim melawan Persab Belu.
Untuk di ketahui bahwa laga tersebut dipimpin oleh wasit utama, Ferdianus Sudirman, didampingi, Hasan Ibrahim (assisten wasit 1) dan Yohan Romeo (assisten wasit 2), serta Salmun Klas, sebagai wasit cadangan.
Selanjutnya, inspektur wasit/referee assesor Antonius Rismiaji, pengawas pertandingan, Mujiburachman. @Mekeis



