Notification

×

Viral! Nenek Luisa Hidup Sendiri di Gubuk Reyot, PJ Desa Serubeba Yefta Fuah: Saya Periotaskan Tahun 2024

Selasa | November 28, 2023 WIB Last Updated 2023-11-28T04:22:34Z


ROTE NDAO, TBO - Setelah viral di media terkait kondisi gubuk reyot nenek Luisa Lusi (66) warga Desa Persiapan Penaoen RT 04/RW 02 Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur kini mendapat tanggapan serius dari pihak pemerintah desa Serubeba.


Kondisi gubuk yang ditempati Nenek Luisa, berukuran 4×4 meter, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan beratap daun lontar dan berdinding daun lontar serta berlantai tanah 


Pasalnya, nenek berusia 66 tahun ini harus menjalani hidup sebatang kara di usianya yang sudah renta. Setelah ditinggal suaminya meninggal dunia, nenek bernama Luisa Lusi atau yang sering disapa nenek Luisa ini tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot 


PJ Kepala desa, desa persiapan penaoen Marstiana Bolla Kepada media ini menjelaskan bahwa terkait pemberitaan mama Luisa yang tinggal di gubuk reyot sebagai pemerintah baru mengetahui bahwa rumah yang di bangun itu pada bulan Oktober


"Setahu saya itu baru di bangun bulan kemarin jadi bukan tidak ada perhatian hanya ini ikut tahapan-tahapan jadi bersabar" ungkapnya 


"Soal penetapan anggaran rumah layak huni itu ada pada desa induk yaitu desa serubeba" terangnya


Sementara Secara terpisah PJ Kepala Desa Desa Serubeba Yefta Fuah ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya, menyampaikan 


Terkait Usulan rumah layak huni dan penetapan anggaran desa persiapan penaon itu belum dapat anggaran dan anggarannya masih dari desa induk hanya persoalannya mama luisa punya rumah itu baru dibuat bulan Oktober kemarin jadi usulan untuk dapat bisa diusulkan tahun 2024.


Dan kita sudah melihat kondisi seperti itu maka jelas kita prioritaskan " mama tua punya keadaan seperti itu masa kita tidak prioritaskan tapi untuk pelaksanaannya kita anggarkan di tahun depan, jadi entah dari perkim atau dari anggaran dana desa juga pasti tetap kita anggarkan itu dan coba itu rumah sudah dibangun dari tahun kemarin maka ini tahun kita sudah anggarkan tapi karena bulan Oktober kemarin baru dibuat ini sudah lewat penetapan anggaran"


"Pada intinya tetap kita akan anggarkan dan Mama Luisa punya rumah tetap masuk prioritas pertama di tahun 2024 karena kita sudah melihat kondisinya seperti itu masa kita tidak prioritaskan kermana? Tapi soal swadaya atau tidaknya itu butuh petunjuk teknis. tegasnya


Yefta juga menjelaskan terkait dengan bantuan sembako PKH dan lain-lain Mama Louisa itu termasuk penerima sembako dari sosial hanya persoalan mama tua punya nama keluar atau tidak itu saya tidak tahu karena kebanyakan bansos itu keluarnya bertahap juga". Tutupnya. @Mekris