Kupang-NTT (Tajukberita.Online) Komandan Kodim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P bersama Kepala Perwakilan BI I Nyoman Aryawan Atmaja, Camat Kupang Tengah Rudolf Tanaan, Kades Noelbaki, Ketua Pok Tani Air Sagu Oktori Gasper dan Duta Petani Muda Gesti Sini serta masyarakat Desa Noelbaki melakukan tanam cabai perdana di lokasi demplot Kodim 1604/Kupang di Desa Noelbaki RT 015 RW 007 Kec. Kupang Tengah Kab. Kupang, Jumat (15-05-2020).
Sambutan Kepala Perwakilan BI I Nyoman Aryawan Atmaja mengatakan kenapa pentingnya inflasi, karena sebagian besar hidup kita di kelilingi inflasi. Sehingga kami pengendali Tim Inflasi yg dibawahi Gubernur Prov NTT. Akan selalu mengabarkan bagaimana perkembangan inflasi di wilayah NTT, baik media koren, elelktronik, tv dan online.
Hampir seluruh kebutuhan pangan kita di impor dari luar pulau. Seperti Beras sulwesi Sulawesi Selatan. Telur dari Surabaya. Melalui program "TNI Peduli Inflasi" kita berkoordinasi supaya bisa menghasilkan bahan pangan kita sendiri. Tidak saja untuk berinflasi tetapi juga untuk ketahanan pangan.
Ini adalah program yg hebat dan luar biasa. Bekerja sama dengan Pok Tani Air Sagu, kita akan menanam kluster cabai. Dalam keadaan PSBB seperti sekarang kalau kita impor bahan pangan dari luar akan mengalami kesusahan. Ini tujuan kita bersama berkoordinasi dengan Dandim dan Pok Tani untuk menopang ketahanan pangan kita di wilayah Kupang.
Dalam kesempatan itu juga Dandim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P mengatakan, kegiatan tanam cabai demplot ini merupakan salah satu upaya Kodim 1604/Kupang sebagai pendukung salah satu program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dalam mensukseskan program swasembada tanaman pangan,”
Kami dari TNI khususnya Kodim 1604/Kupang sangat intens berkoordinasi untuk menciptakan ketahanan pangan, itu harapan kami. Karena ketahanan pangan adalah dasar ketahanan nasional. Apabila ketahanan pangan sudah tercapai, maka tugas kita agak ringan.
"Saya pribadi selalu komandan satuan selalu menyampaikan kepada anggota. "Saya sekarang TNI, tapi besok mungkin saya petani." Karena petani adalah pekerjaan seumur hidup dan akan selau dibutuhkan, sedangkan TNI ada masa pensiunnya," tutur Dandim.
"Semoga ini bukan hanya menjadikan ilmu, tetapi hasilnya juga bisa menanam laju inflasi di wilayah nusa tenggara timur khususnya kupang," ujarnya. (Pendim1604/Kupang)




