KOTA KUPANG, TBO - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KEMENKOPUKM) menggelar kegiatan pelatihan Fasilisi Financial Matching bagi kelompok Wirausaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pelatihan Fasilisi Financial Matching bagi kelompok Wirausaha di buka oleh sekretaris dinas koperasi provinsi NTT, Anis Mau didampingi oleh Kabid kelembagaan, Philip Bere berlangsung di Hotel On The Rock by Prasanthi Kota Kupang selama dua hari pada Kamis 23 s/d 25 Juni 2022.
Kegiatan tersebut Melibatkan empat Koperasi yakni Koperasi Serba Usaha (KSU) Letodae, KSU Oemer, Koperasi Tani (Koptan) Gema Palagung dan Koperasi Konsumen (Kopmer) Cahaya Mandiri Jaya.
Kegiatan ini digagas oleh KEMENKOPUKM melalui Asisten Deputi Pembiayaan Wirausaha Deputi Bidang Kewirausahaan. Bertujuan agar membangkitkan pertumbuhan koperasi dan UMKM di provinsi NTT.
Usai kegiatan pelatihan dan diskusi bersama, Kabid kelembagaan dinas Koperasi dan UMKM provinsi NTT, Philip Bere kepada media ini menyatakan bahwa saat ini untuk mendorong percepatan pembangunan dan perekonomian nasional maka pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah provinsi NTT melalui faktor sharing pembangunan fisik produksi bersama.
"Kegiatan ini dilakukan agar mendorong koperasi dan UMKM karena keterbatasan modal maka kehadiran lembaga penyaluran keuangan yang siap memfasilitasi dalam rangka pengembangan usaha," kata Philip.
Ditambahkan Philip, Untuk saat ini baik pemerintah pusat maupun daerah tidak lagi mengeluarkan program dana hibah akan tetapi pemerintah memberikan akses modal dengan suku bunga yang sangat kecil atau rendah.
"Untuk faktor sharing, pemerintah tidak akan melepaskan koperasi dan UMKM berjalan sendiri," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, kami dari dinas koperasi berharap agar pihak koperasi dan pengusaha UMKM bisa berancang-ancang untuk memilih lembaga penyaluran keuangan mana yang suku bunganya paling rendah.
Hal ini pemerintah lakukan dalam rangka membantu pertumbuhan koperasi dan UMKM disaat masa - masa sulit dalam menghadapi Covid-19. Pemerintah selalu menjaga agar koperasi dan UMKM tetap eksis dan tetap berkembang.
Philip Bere juga menyatakan bahwa kegiatan dihari ke dua pemerintah telah menghadirkan pengadaan barang dan jasa, memberikan informasi dan memberikan pengetahuan kepada koperasi maupun UMKM untuk memanfaatkan aplikasi dalam menjual produk - produknya sebab pemerintah daerah telah meluncurkan Program Digitalisasi Koperasi NTT Bangkit (GESIT).
"Pemerintah juga akan memberikan porsi 60 persen sesuai dengan Perpres No 12 tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Untuk melaksanakan ketentuan dalam UU Cipta Kerja guna memprioritaskan penggunaan produk/jasa Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta Koperasi telah disahkanlah Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dan pemerintah juga harus berbelanja di UMKM sebesar 40 persen," Pungkasnya. @Oscar.


