KOTA KUPANG, TBO - Dalam rangka mendukung dan mensukseskan Pesta Paduan Suara Gerejani atau Pesparani Katolik Nasional II tahun 2022, Universitas Persatuan Guru (UPG 1945) NTT turunkan 2000 mahasiswa melakukan pembersihan di halaman dan aula Paroki Gereja Katolik Sta. Maria Assumpta Kupang.
Kegiatan pembersihan tersebut dimulai dari pukul 07.00 WITA sampai selesai dengan lokasi pembersihan Taman Nostalgia, depan Gedung Keuangan, Seputaran Kantor Gedung Golkar NTT serta Halaman dan Aula Gereja Sta. Maria Assumpta pada Sabtu, (29/10).
Usai kegiatan pembersihan, Rektor UPG 45 NTT, David R.E Sellan., S.E, M.M kepada media ini mengatakan bahwa sesuai dengan surat permohonan dari LLDikti wilayah XV terkait dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh civitas akademi perguruan tinggi swasta lingkup LLDikti Wilayah XV untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan kegiatan pembersihan lingkungan di sepanjang jalan protokol di Kota Kupang, maka UPG 45 NTT merespon dengan baik dan menggerakkan 2000 mahasiswa untuk melakukan pembersihan di lingkungan Gereja Sta Maria Assumpta Kupang.
Dikatakan David, dalam surat permohonan LLDikti wilayah XV ditujukan kepada 7 Rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yakni:
1.Rektor Universitas Katolik Widya Mandira
2.Rektor Universitas Kristen Artha Wacana
3.Rektor Universitas Muhammadyah
4.Rektor Universitas Citra Bangsa
5.Rektor UPG 1945 NTT
6.Ketua STIKOM Uyelindo
7.Ketua STIE Oemathonis
"Karena banyaknya kampus dan mahasiswa yang ikut andil dalam kegiatan pembersihan ini maka kami mohon kepada panitia penyelenggara Pesparani untuk diatur dan dikomunikasikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan mengganggu jalannya kegiatan Pesparani tersebut ", kata Selan.
Ditambah David, saking banyaknya mahasiswa maka terjadi penumpukan sehingga menimbulkan kemacetan. Untuk itu perlu diatur dengan baik sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar dan sukses.
Lebih lanjut dikatakan Rektor UPG 45 NTT bahwa kegiatan tersebut orientasinya pada pembersihan maka kami minta agar diatur dengan baik sehingga kami menggerakkan mahasiswa pun secukupnya sehingga tidak terjadi penumpukan dan kemacetan. Pada intinya kami inginkan agar kegiatan Pesparani ini bisa berjalan dengan baik dan bisa sukses.
"Kami berharap agar sinergitas yang telah dibangun ini bisa dikomunikasikan dengan baik sehingga dalam memobilisasi mahasiswa tidak menimbulkan persoalan baru sebab kegiatan Pesparani ini kita adalah tuan rumah dari 34 Provinsi di Indonesia maka tentu kita harus mendukung penuh agar kegiatan ini bisa sukses", ujar David Selan menutup pernyataannya.
Sementara terpisah ketua Pesparani Nasional, Drs. Sinun Petrus Manuk kepada media ini di kantor sekretariat Pesparani Kupang mengungkapkan bahwa atas nama panitia penyelenggara Pesparani kami sangat menghormati dan menghargai inisiatif dari beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) termasuk UPG 45 NTT dalam rangka membersihkan titik venue pelaksanaan kegiatan Pesparani.
Dikatakan Sinun, kalau dari awal kita koordinasikan dengan baik maka kami akan membagi dalam ke enam venue, termasuk di venue kegiatan besar pembukaan dan penutupan.
"Namun kami tetap berterima kasih kepada UPG 45 NTT ikut ambil bagian dalam mendukung dan mensukseskan kegiatan Pesparani ini," ujar Sinun.
"Kegiatan Pesparani diadakan dibeberapa tempat diantaranya Kampus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Aula Serba guna Sta. Maria Immaculata, Auditorium St. Paulus, dan Ballroom St. Hendrikus Lt. 4 Gedung Rektorat), Aula Gereja Sta. Maria Assumpta Kupang, dan Aula Gereja St. Yoseph Naikoten Kupang," tambahnya.
Ketua Pesparani Nasional ini berharap jikalau UPG 45 NTT masih mau terlibat dalam mensukseskan kegiatan Pesparani ini maka besok malam acara penutupan bisa ikut terlibat sebab biasanya diakhir acara pasti banyak sekali sampah yang berserakan.
"Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan salam hormat kepada Rektor UPG 45 NTT atas partisipasi dan sinergitasnya dalam kegiatan Pesparani yang sementara masih berlangsung ini,". Pungkasnya. @Oscar




