Notification

×

Bersama Ketua Pengda PRSI Julie Laiskodat Memantau Perlombaan Cabor Renang di Pitoby Sport Center

Jumat | November 18, 2022 WIB Last Updated 2022-11-17T17:14:21Z


KUPANG, TBO - Julie Sutrisno Laiskodat (JSL) anggota DPR RI mewakil daerah pemilihan NTT I, Flores, Lembata dan Alor didampingi Ketua Pengurus Daerah Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Pengda PRSI), Bobby Pitoby memantau langsung jalannya perlombaan renang dan pertandingan bola basket pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dilaksanakan di Pitoby Sport Center, Jln. H.R Koroh, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, kota Kupang, Kamis 17 November 2022.


Untuk mendukung pembangunan olahraga di Nusa Tenggara Timur terutama menjawab kebutuhan generasi muda, sebagai Anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat atau biasa disapa Bunda Julie berjanji akan memperjuangkan sarana dan Prasarana yang memadai bagi atlet renang dengan tujuan mendorong para atlet agar lebih giat berlatih sebagai pijakan dalam menghadapi Pra-PON dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028. 


"Pra-PON dan PON yang akan datang kita sebagai tuan rumah harus dipersiapkan dengan baik," ujar Bunda Julie.


Dikatakan bunda Julie, NTT memiliki  banyak atlet yang hebat dan untuk melahirkan atlet-atlet yang berprestasi dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar apa yang dikerjakan mendapat hasil yang maksimal sesuai harapan bersama.


Bunda Julie menyatakan bahwa untuk mendapat fasilitas yang memadai dia akan bangun komunikasi dengan rekan-rekan di Komisi X agar dibantu sesuai ketentuan dan hal ini merupakan tanggungjawab kita bersama untuk menyediakan fasilitas olahraga yang memadai di seluruh Kabupaten bahkan sebagai spirit bagi generasi muda untuk terus belajar dan harus berprestasi mengharumkan nama NTT.


Usai lomba, pelatih Cabang Olahraga Renang dari Kabupaten Rote Ndao, Yulius Serang menyatakan bahwa ia mengharapkan adanya fasilitas latihan yang memadai. Sebab sebelum mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VII pihaknya terpaksa memberikan latihan bagi siswa/siswi di embung dan berkat kerja sama yang baik berhasil mendapat 1 Medali Emas, 2 Medali Perunggu dan 3 Medali Perak.


“Keberhasilan yang diperoleh melalui inovasi-inovasi pelatih dan keseriusan dalam bertanding kami bisa juara” ungkapnya.


Yulius Serang meminta dukungan dari Anggota DPR RI Julie Laiskodat agar bisa memberikan fasilitas yang memadai guna menunjang kegiatan olahraga di daerah termasuk Kabupaten Rote Ndao.


Menanggapi permintaan dari Yulius Serang, Bunda Julie berjanji akan membangun kolam renang yang memiliki fasilitas standar sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan prestasi atlet renang di Kabupaten Rote Ndao, serta mematangkan persiapan para atlet dalam menghadapi Pra-PON 2023 dan PON 2028 yang akan datang.


Dalam kesempatan itu juga Ketua Pangda Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Bobby Pitoby, mendukung pembangunan fasilitas olahraga khususnya renang di setiap kabupaten di NTT.


"Karena memang fasilitas olahraga di kabupaten-kabupaten itu masih sangat minim. Khususnya olahraga renang," ungkap Bobby Pitoby.


Menurut Bobby, renang memang membutuhkan kolam, tetapi NTT memiliki lautan yang begitu besar. Selain itu olahraga renang memiliki nama lain yakni Open Water Swimming (OWS), yang pernah dilombakan pada Pra PON lalu.


"Kalau OWS tidak menjadi kendala, karena NTT memiliki lautan yang besar. Kalau kita fokus ke OWS, maka akan menentukan kemampuan atlet kita saat bekompetisi di kolam renang," jelasnya.


Sebagai ketua PRSI, saat ini pihaknya sedang mendorong agar OWS bisa diterapkan dalam meningkatkan kemampuan atlet renang di NTT. Karena kemarin kita baru sekali lakukan OWS di Pra PON dengan jarak 1.500 meter. Nanti kita bisa buat OWS dari Kupang-Semau.


"Kita akan buat kompetisi seperti itu, karena modal lautnya sudah ada. Ini yang kita butuhkan supaya atlet kita bisa berprestasi," ungkap Bobby. 


Lebih lanjut dikatakan Bobby, PRSI sedang berupaya melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para atlet, pelatih, juri maupun official di seluruh NTT.


"Sejauh ini kita baru lakukan pelatihan dua kali. Supaya mereka bisa melatih dan mendorong atlet memiliki performance yang jauh lebih bagus. Karena kadang anak-anak kita ini waktunya sudah bagus, tetapi gayanya masih campur aduk. Ini yang kita sedang dorong supaya mereka bisa sesuai dengan aturan," Pungkasnya. @Oscar